March 25, 2011

Filosofi Simbolisme POHON

Pohon bagi orang jawa merupakan acuan pembentukan dan penghayatan kosmis. Pohon disimbolkan sebagai makhluk yang memberikan untaian hikmah untuk ditafsirkan atas nama perayaan hidup dalam jalan religiositas, seksualitas, etika, filsafat, estetika, politik, atau ekonomi. Pohon memberi arti dan sempurnakan proses manusia memaknai diri, hidup, dunia, dan Tuhan.


Penghayatan pohon dalam konteks kejawaan mengandung tendensi makna, alias batiniah. Pohon menjelma representasi dari gelimang makna hidup. Penyingkapan pohon pun dilakoni dengan prosedur lahir batin untuk bisa menafsirkan segala makna.

Pengisahan dan simbolisme pohon dalam sastra Jawa menjadi penanda dari kesdaran ekologis sebagai jalan menuju keilahian. Namun, pohon sudah terabaikan sebagai sumber atau simbol untuk membaca manusia dan lakon peradaban dari zaman ke zaman.


Inilah petikan uraian dari pohon beringin yang berada di alun-alun keraton Yogyakarta dalam Serat Salokapatra:

Kayu wringin kinarsan sang aji, apa dadya tamanan narendra, ayom kathah supangate, tinandur ngalun-alun, duk ing kina dugi semangkin, mukarab mring kawula, miwah abdi ratu, saking karsa dalem nata, wit waringin satuhune anjarwani didalem lan kawula.”

artinya : “Kayu beringin diinginkan raja, akan menjadi tanaman kerajaan, tenteram banyak manfaatnya,di tanam di alun-alun, sejak zaman dahulu sampai sekarang, bermanfaat pada masyarakat, demikian pula pada abdi raja, atas kehendak raja, pohon beringin sebenarnya mengandung arti bagi abdi dalem dan masyarakat.”

Pohon beringin di keraton Yogyakarta itu diselimuti dan dihidupi dengan mitos. Pohon ini diberi nama Kiai Jayadaru yang dipercaya berasal dari Pajajaran, sedangkan pohon beringin disebelahnya diberi nama Kiai Dewadaru berasal dari Majapahit.

Kekayon (gunungan sebagai simbol pohon, lihat gambar postingan) juga digunakan untuk mengawali dan mengakhiri pertunjukan Wayang. Kerap digunakan dalam semua lakon dan merepresentasikan kebenaran tunggal. gambar pohon didalamnya merupakan bukti dan kunci kosmis orang Jawa. Pohon itu biasa diberi nama “pohon hayat” atau “pohon kehidupan”. Pohon membuat hidup mengalir dan memberi percikan-percikan makna untuk dijadikan tamsil kehidupan sepanjang zaman.

Pada saat ini, simbolisme pohon telah runtuh oleh gelimang uang. Kerusakan ekologis dan pemiskinan makna hidup adalah resiko tak tertanggungkan.

Penyingkapan simbolisme pohon memang masih dilangsungkan tapi kerap menampilkan belokan-belokan ekstrim, seperti kehilangan induk pemaknaan. Memetik hikmah dari simbolisme pohon dalam sastra Jawa Kuno dan wayang mungkin akan membuat manusia bergairah kembali memaknai segala dengan arif dan bijaksana.


Sumber postingan dan image: OPOPZ BloG

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...