March 31, 2011

Mengenang MOTO-KEBO dari Sargede-Yogyakarta

Setiap orang tentunya punya banyak hal yang bisa menjadi kenangan, termasuk makanan. Dalam hal ini, saya (Jogjaicon) juga punya makanan favorit, sebut saja dari species kue-kue nan yang jadi kuliner favorit plus kenangan dari Yogyakarta. Nama kue itu, MOTO KEBO. Dan kini, kemanapun kaki saya melangkah cita rasa nya seolah tetap menempel kembali dilidah, apalagi pada saat diceritakan kembali begini.. clegukh! (Nyuwun sewu ah kalo agak lebay.. hahahaha)


Semasa kecil saya di Yogyakarta, tepatnya daerah Patehan kidul, MOTO KEBO merupakan oleh-oleh “wajib” yang selalu dibawa Ibu sepulang berbelanja dari Sargede (Pasar Gede atau pasar Bringharjo).

Saya sendiri juga tidak tahu kenapa kok kuwe ini tenar dengan nick name MOTO KEBO (Berharap cemas Mbak YUNIMS berkenan menjelaskan.. hehehe). Mungkin karena ada dua buah, dan ‘mlontho’ (bulat montok?) serta ada becek-beceknya (nyemekan santan) jadi di persepsikan ke mata kerbau yang bulat plus basah-basah (seperti ‘belekan)

Terlepas dari Nick name uniknya tersebut, kue ini memang memiliki cita rasa yang khas. Perpaduan rasa gurih dari cairan santan layaknya lubrikasi, kenyal lembut si body kue plus rasa manis dari kelapa parut dicampur gula sebagai isiannya. Karena memang bahan-bahan untuk membuat Kue Moto Kebo adalah tepung beras dan tepung ketan, bagian luar mata kebo diberi semacam pasta putih dari tepung beras yang diberi santan dan berasa gurih, sementara bagian dalamnya berisi parutan kelapa yang dimasak bersama gula pasir. Kue inipun lazimnya dikemas dalam bungkusan daun pisang.

Moto Kebo dulu banyak dijual di Pasar Bringharjo Yogyakarta. Saya ingat pernah ikut Ibu beli di sekitaran regol (gerbang) pasar, di jual oleh simbok-simbok yang membawa tenongan. Mata kebo ini merupakan salah satu jajanan pasar yang saat ini makin langka keberadaannya. Tidak semua pasar dapat dijumpai penjualnya.

Sekian tahun berlalu dalam pengembaraan saya di Tanah Rencong, Aceh. Tidak disangka saya “bertemu’ dengan kue kenangan saya ini. Dijual di sebuah toko kelontong besar (yang juga menjual kue) didekat mesjid raya Baiturahman Banda Aceh. Walau penampilan dan rasanya tidak sampai ‘setengah’ dari Moto kebo bringharjo (karena dibungkus plastik), namun cukup untuk melepaskan rasa rindu saya.

Jadi buat sobat yang kebetulan “kesasar” sampai ke Pasar Bringharjo di ujung selatan jalan malioboro Jogja. Tidak ada salahnya menjadikan Moto Kebo, masuk dalam Terget-list kuliner Hunting.

Moto kebo... oh ... Moto Keboooo.... ku merindumu... ^_^d

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...