February 02, 2011

ATTILA THE HUN ("Kaisar" Bangsa Hun yang ditakuti)


Attila The Hun, adalah seorang kepala suku Hun yang keganasannya dalam memimpin pasukan Raider Hun pernah menjadi momok menakutkan bagi bangsa-bangsa di Eropa dan Asia ratusan tahun silam. Ungkapan Attila yang sangat populer adalah “Dimana saya melintas, rumput tidak akan tumbuh lagi”

hanya sedikit yang diketahui tentang masa kecilnya, pada tahun 434, ia dan saudaranya Bleda The Hun memperoleh warisan pamannya, Ruga The Hun berupa sebuah kekaisaran Hunnic yang luas membentang dari alpen hingga laut Baltik. Sebelumnya, Ruga telah membuat perjanjian dengan Kekaisaran Romawi Barat, namun Attila dan Bleda memperbaharui perjanjian itu dengan tujuan menaikkan upeti yang harus dibayar Roma sebesar 700 pound emas dalam setahun demi terciptanya perdamaian.

Bangsa Hun mengalihkan perhatiannya ke dunia timur. Mereka ingin memperluas kekaisaran ke mediterania, persia, scythia. tetapi pada 439, kaisar roma tidak sanggup membayar upeti, Attila menyerang sampai hancur kota Singidium, belgrade, dan banyak kota di semenanjung Balkan lainnya. Disepakatinya gencatan senjata dimanfaatkan oleh kekaisaran roma untuk membangun ulang kota Roma, tapi pada 443, attilla menyerang dan melibas Nis di serbia, Sofia di bulgaria. serangan ke Nis benar-bear meluluhlantakkan kota itu sehingga 8 tahun kemudian, para diplomat roma yang melintasi tempat tersebut untuk bertemu attila melaporkan aroma kematian sangat menyengat dengan pemandangan tulang belulang manusia menggunung.


(Attila dan Paus Leo-I bernegosiasi di gerbang kota Roma)

Suku Hun akhirnya menyerbu konstatinopel (ibukota Kekaisaran Romawi Timur) dan berhasil mengalahkan Imperium Romawi Timur, kaisar Romawi Timur dipaksa membayar hutang sebesar 6000 pound emas ditambah 2100 pound emas setahun demi perdamaian.

Tahun 445, attila membunuh bleda dan menobatkan dirinya sebagai penguasa tunggal kekaisaran hun. Attila kemudian menghancurkan lagi semenanjung Balkan pada 447. lalu ia menyerbu yunani. seorang ahli sejarah menyatakan "terdapat begitu banyak pembantaian, dan pertumaphan darah sehingga tak terhitung jumlah mereka yang mati. suku hun menghancurkan gereja, membunuh para perawan dan biarawan. mereka benar-benar menghancurkan Thrace sehingga tidak bisa dipulihkan lagi.

pada musim semi 451, attila bersekutu denga suku vandal
dan bangsa frank untuk menyerang jantung eropa barat. dengan 700.000 orang pasukan, mereka melibas orleans, rheims, berlin, mainz, cologne, trier. Di orleans, pasukan Attila dikalahkan oleh Jenderal Legiun Roma Flavius tetapi Attila berhasil membunuh raja Goth Theodoric.

Lalu Attila menyerang italia mulai dari milan, padua
dan verona, tetapi ia membatalkan menduduki kota roma karena terkesan oleh kesucian Paus Leo-I yang pergi ke perbatasan kota untuk bernegosiasi dengan mereka.

Saat kembali ke ibukota kekaisaran, ia mendapat istri baru, Illdico namanya. setelah mabuk berat semalam, Attila beserta mempelai wanita pergi menuju peraduan, paginya, Attila meninggal dunia. dengan darah mengucur dari hidungnya. Selesailah riwayat pemimpin besar bangsa Hun yang terkenal karena kekejamannya ini. ***

(Berbagai sumber tulisan dan gambar di Google)


No comments: