August 22, 2012

GUNDALA PUTRA PETIR (Superhero Indonesia "dari" Yogyakarta)



Era 1983-nan, saya (Admin Jogjaicon) masih duduk di bangku kelas 3 esde di SDN Terban Taman 1 Yogyakarta (Dulu letaknya persis di sebelah timur syantikara). Hobi saya yang utama selain menjelajah kota Jogja naik sepeda adalah membaca komik. Dan komik yang paling saya gemari adalah Serial Gundala Putra Petir. Jaman segitu hiburan anak-anak lain seperti video game (belum ada PS yang ada Atari) cuma konsumsi anak-anak orang kaya. Yang model seperti saya ya pelariannya ke komik. Komik lokal Indonesia waktu itu sedang jaya-jayanya. Belum ada serbuan massal komik-komik impor atau manga seperti jaman sekarang. Dengan menyisihkan uang jajan tiap harinya, saya menyewa komik-komik jagoan idola saya, Gundala Putra Petir, dari Taman Bacaan Kencana (Dulu tempatnya nempel sama pemakaman gejayan, depan Mirota Gejayan sekarang. Red).

Banyak hal menarik tentang figur Gundala, selain sebagai superhero yang mirip-mirip The Flash (Rekan Superman dalam Justice League Association/JLA). Perasaan saya waktu itu Gundala atau Santjaka adalah orang Jogja, karena selain berbagai komunikasi atau setting dalam kisah-kisah Gundala seperti tidak asing dengan suasana Kota Yogyakarta sekitarnya. Sebut saja dalam Kisah Gundala “Dokter Djaka dan Kiwilawuk”, menyebutkan sungai Progo.

Lantas siapakah sang maestro dibelakang terciptanya figur Gundala yang legendaris ini??? Dia adalah Hasmi alias Harya Suryaminata. Dari kreatifitas berupa cerita dan lukisan tangan dialah Gundala terlahir sebagai sosok superhero komik Indonesia terkenal masa itu. (Bahkan bisa mengimbangi ketenaran Superman, Batman cs yang waktu itu diterbitkan oleh Cypress Indonesia)




Hasmi dilahirkan 25 Desember 1946 (62 tahun) di Yogya. Dia sekarang masih tinggal di sebuah gang sempit di kawasan Karangwaru Lor, Yogya. Sama seperti tahun 1969 waktu pertama kali menciptakan Gundala. Pendidikan formalnya bukan di gambar-menggambar tetapi lulusan Bahasa Inggris ABA Yogya. Lama membujang baru menikah tahun 2003, kala usia mencapai 50-an. Memiliki 2 anak Batari Sekar Dewangga (10) dan Ainun Anggita Mukti (4). Dua buah komik Gundala, dilatarbelakangi kegagalan dan asa cintanya, yaitu Gundala Jatuh Cinta (1972) dan Pengantin Buat Gundala (1977). Saat ini bekerja sebagai komikus lepas, editor, ilustrator, dan penulis skenario bagi beberapa program TV dan teater. Selain itu namanya masih tercantum sebagai art manager PT Bumi Langit.

Setelah lama tidak terdengar, tahun 2005 silam, Hasmi agak sering diberitakan media karena rencana Penerbit PT Bumi Langit menerbitkan ulang semua karya Gundala yang mencapai 23 buku. Dan adanya rencana peringatan 40 tahun Gundala dengan pembuatan film layar lebar Gundala Putera Petir (Terus terang sampai sekarang saya masih menunggu dengan harap Film tersebut betul-betul dibuat, yah mengimbangi ketenaran X-Men, Wolverine, Captain America, Batman atau Spider-Man lah harapan saya... heheheh).

(Berbagai sumber di Google)

*******
Suka Artikel/Postingan ini? Klik Sponsor dibawah untuk mendukung eksistensi Blog

3 comments:

Adrian Rivaldy said...

jah..ada aja..tandingin sm batman aja tuh,buat uji skill superhero itu..hehe..nicelah sob..jangan lupa jg komentar balik diblogku sobat

Kang Epot said...

wah saya juga dulu suka ama komik ini mah atuh, emang bener ga kalah hebatnya dengan batman dan superman mah....

Buku Robek team said...

jadi inget masa kecil ane pern lihat tuh film waktu mash sd kelas klw g salh..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...