June 03, 2011

SUARA GENDERANG MISTERIUS DI ANGKASA YOGYAKARTA

Mungkin saja fenomena ini juga dialami oleh sobat-sobat Jogjaicon yang berasal atau pernah menetap di kota Yogyakarta. Fenomena yang diliputi misteri tersebut adalah SUARA GENDERANG (Drumband/aubade) yang berkumandang di ruang angkasa Yogyakarta pada waktu-waktu tertentu. Yang uniknya Suara Genderang ini bisa terdengar dari berbagai penjuru kota, dengan ukuran sound-volume yang rata-rata sama. Kadang suaranya jelas sekali pada saat kita tidak memperhatikan, namun begitu kita berkonsentrasi, suara tersebut malah menjadi semakin lirih sayup-sayup seperti dibawa angin. Atau bisa saja dalam satu kelompok orang, misalnya 5 orang. Yang 3 bisa mendengar namun yang 2 orang lagi tidak.


Karena penasaran, dulu sekitar tahun 1990 Jogjaicon pernah mencoba melacaknya. Waktu saya tinggal di di daerah Gedong Kuning, sempat menyangka bahwa ini adalah suara dari Korps Marching Band-nya para karbol Akademi TNI-AU. Namun begitu diburu kearah Maguwo, belum sampai habis Jalan Banguntapan-Maguwo suara tersebut sudah pindah lagi ke arah selatan. Begitu diikuti ke selatan (arah Banguntapan), suara tersebut seakan-akan berpindah ke Barat, atau dari arah kota Yogyakarta.

Begitu juga sekitar tahun 1994, sewaktu Jogjaicon berada di sekitar daerah Kentungan, Jalan Kaliurang Km 7, Suara Genderang tersebut terdengar demikian kerasnya. Seolah-olah sedang berada di sekitar Asrama Haji Ring Road. Karena penasaran, Jogjaicon dengan sepeda motor bututnya waktu itu mencoba memburu kesana. Namun lagi-lagi kecewa. Karena Sumber suara tersebut tidak ditemukan.

Berbagai mitos dan kisah yang saya dapatkan dari Almarhum Simbah kakung, Bapak, Paklik, teman-teman main ada beberapa versi (Silahkan kalo sobat-sobat Jogjaicon punya versi sendiri bisa ditambahkan dalam komentar dibawah ini :) )

1. Suara itu adalah suara genderang Pasukan Nyi Roro Kidul, (Ratu Ghaib wanita penguasa Samudera Selatan jawa) yang sedang menuju Gunung Merapi dari Laut Kidul atau sebaliknya.

2. Suara tersebut berasal dari genderang pasukan ”khusus” pengawal wilayah Ngayogyakarta yang sedang berpatroli/ronda namun tidak tampak oleh mata manusia biasa.

3. Ada mitos yang menyebutkan, kalau pendatang atau perantau yang kebetulan singgah di Yogyakarta dan kebetulan mendengar Suara genderang ini maka hatinya tidak akan terpisah lagi dari Yogyakarta. Selalu terkenang dan merindukan Yogya.

Biasanya Suara Genderang Misterius itu tampil di waktu sore antara waktu sholat Ashar dan Maghrib. Namun tidak jarang terdengar pula di waktu pagi hari. Suara Genderang tanpa pernah diketahui secara pasti dimana keberadaan sumber ataupun para “pemain” nya ini masih jadi misteri yang melengkapi kekayaan kisah Legenda serta mitos Kota Yogyakarta.


Sumber Gambar: Whedacaine
****
Suka Artikel/Postingan ini? Klik Sponsor dibawah untuk mendukung eksistensi Blog

12 comments:

muhaimin said...

seram juga, tapi penasaran . . .ingin tahu juga

Bimz Saputra said...

Seram Juga yah :)

Dewina said...

aku pendatang baru di Jogya, baru 1 bulan lebih stay di Jogya, dan baru saja mengalaminya tadi pagi sekitar jam 4 -5 pagi, saat setengah tidur terdengar lumayan suara Marching Band, saat aku bangun dan konsentrasi mendengar, betul, suara itu semakin lirih dan sayup sayup menjauh tapi tetap terdengar hingga jam 5 lebih.

Anonymous said...

Nama gue Jojo. Gue pernah tinggal di Jogja antara th.1996-2001. Lulusan dari salah satu PTS. Selama gue di tinggal di Jogja, emang pernah beberapa kali gue mendengar suara genderang itu. Kami kadang menyebutnya sebagai GENDERANG MATARAM. Mungkin karena biar nyama-nyamain dengan SELOKAN MATARAM. Berbagai mitos emang gue dengar dari beberapa kawan. Bermacam-macam kisahnya. Tapi, satu hal yg gue percaya..bahwa pendapat yg ketiga dari akhir artikel di atas..emang benar adanya. Seakan kita terkenang selalu akan Yogyakarta. Walaupun mungkin sekarang kita mengenangnya sudah dalam kondisi yg berbeda. Dulu mungkin jaman kuliah masih susah, mau beli gudeg aja pake acara minjam dulu uang teman satu kos. Tapi indah aja jadinya kalo dikenang saat ini.
Nah...menurut gue, genderang itu mungkin salah satu pertanda dari suatu zat yg tidak berwujud, bahwasanya kita akan selalu terkenang-kenang akan Yogyakarta Berhati Nyaman. Dan BETUL adanya, kelak suatu saat nanti, kalo anak gue tidak terima AKABRI di Magelang, gue berharap dia bisa terima di UGM, Yogya. Thanks bro atas semua informasinya....semoga Jogja tetap berhati Nyaman. Amin !!!!!!

agung nova said...

Nama saya Mahendra, dari Bali. Saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di UGM. Secara pribadi saya sangat sreg dg versi ketiga. Pd hari2 pertama saya tinggal di Pogung Lor, pk 01.00 WIB saya mendengar suara snare dan bass drum di arah timur/ring road (dulu saya personil marching band, jd tahu pasti itu suara apa). Begitu saya perhatikan suaranya hilang, muncul lagi & begitu seterusnya hingga setengah jam kemudian. Setiap pulang ke Bali, saya pasti kangen lagi. Yogya memang tempat yg nyaman dan indah. Hidup Yogya, Jaya Indonesia

samin soerosentiko said...

selama beberapa tahun, ketika indekos di karangasem jl selokan mataram... aku sering denger... malem malem sekali atau menjelang subuh... suaranya memang mirip drumband pasukan berbaris... jelas tapi sayub sayub... tapi enggak serem... terasa damai...

zpiderboi said...

point 3 bener jg, aku kuliah dr taun 1999-2003 pernh mendengar suara seperti marching band atau gamelan ternyata pas ditanya ibu kos mrk pada ga denger, alhasil sampe saat ini aku selalu terkenang jogja slalu ingin balik kesana

KI DJOGO REGOLIDJO said...

Maturnuwun utk semua apresiasinya, dan rupanya semua "sudah terpikat" dgn JOGJA kita ... Ayo ke JOGJA (lagi) para kisanak.. Lup Jogja n U,..

Andika Utama said...

klo pengalamanku dulu waktu aku masi sekolah di jogja pas Sri Sultan ke sembilan meninggal kira-kira jam 10-an malam pas mau pulang belajar kelompok dengar suara gamelan dari arah imogiri. dari 7 orang yang jalan bareng cuma aku aja yang denger posisiku jalan kaki pas depan kandang bus Baker di pakem. karena sebelum kandang bus 6 orang temen belok arah jadi tinggal sendirian. suasananya hening banget n serem nggak ada motor lewat so langsung aku balik arah minta dianter pulang kakak temen hehehe.

ADMIN BLOG said...

wah bisa saya bayangkan bagaimana sepinya jalan kaliurang pakem jaman tahun segitunan mas Andika Utama :)

OranG KampunG said...

sy pernah dengar suara-suara harmoni drumband/genderang/derap prajurit kraton yang lagi berjalan (tapi tidak nampak)... ini dikasih tahu teman dan dengar langsung pas tengah malam, sayup-sayup "cool" sampai menjelang subuh... dengarnya sambil kongkok telinga menghadap tanah, ini di tahun 1994-1995 di karangwuni Jakal KM 5,6... waktu itu banyak fenomena alam seperti wedhus gembel Merapi dll. Pesan HIKMAH dari kejadian di Jogja ini, sy kira kita harus peka terhadap hal-hal/tanda-tanda aman baik yang nampak/konkrit (berita/media) maupun dari yg tidak nampak/abstrak... Jogja memang penuh misteri, banyak pelajaran yg belum diketahui...dan menyimpan curiosity... Rindu alam dan suasana Jogja dan kawan2 yg gaul, nongkrong, ngangkring... Never Ending Asia... Kata Prof.R.Z.Leirissa (alm) Budaya Jawa memang tinggi... (artikan bukan sukunya--- tapi interaktif - kosmopolitannya dlm menjawab tantangan zaman / coba lihat konteks nama Jawa ini dlm bahasa program komputer Java yg dipakai Apple Steve Jobs)...

OranG KampunG said...

sy pernah dengar suara-suara harmoni drumband/genderang/derap prajurit kraton yang lagi berjalan (tapi tidak nampak)... ini dikasih tahu teman dan dengar langsung pas tengah malam, sayup-sayup "cool" sampai menjelang subuh... dengarnya sambil kongkok telinga menghadap tanah, ini di tahun 1994-1995 di karangwuni Jakal KM 5,6... waktu itu banyak fenomena alam seperti wedhus gembel Merapi dll. Pesan HIKMAH dari kejadian di Jogja ini, sy kira kita harus peka terhadap hal-hal/tanda-tanda aman baik yang nampak/konkrit (berita/media) maupun dari yg tidak nampak/abstrak... Jogja memang penuh misteri, banyak pelajaran yg belum diketahui...dan menyimpan curiosity... Rindu alam dan suasana Jogja dan kawan2 yg gaul, nongkrong, ngangkring... Never Ending Asia... Kata Prof.R.Z.Leirissa (alm) Budaya Jawa memang tinggi... (artikan bukan sukunya--- tapi interaktif - kosmopolitannya dlm menjawab tantangan zaman / coba lihat konteks nama Jawa ini dlm bahasa program komputer Java yg dipakai Apple Steve Jobs)...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...