March 14, 2011

I HATE OF "I HATE MONDAY" (Behavior Tips)

Hanya sebuah kebetulan kalau postingan ini Jogjaicon terbitkan di hari Senin. Namun intinya adalah mengajak sobat sobat untuk mereduksi sikap “I hate monday”, tentunya bagi sobat-sobat yang masih menganggap Hari Senin sebagai “musuh” atau “musibah”. Artikel dari postingan sebuah blog rekan Jogjaicon ini mungkin berguna.

Gara-gara ketidaksukaan terhadap hari Senin inilah sampai muncul istilah I HATE MONDAY. Kenapa harus hari Senin yang dijadikan kambing hitam? Kenapa tidak ‘I Hate Sunday’, ‘I Hate Saturday’, atau hari-hari lainnya. Mungkin karena pada hari Sabtu-Minggu, Anda dimanjakan oleh suasana santai dan waktu yang longgar, sedangkan di hari Senin Anda dikejar target pekerjaan yang berat.


Kalau setiap Minggu malam, atau hari Senin pagi Anda sudah berucap I Hate Monday, berarti Anda terindikasi terserang virus yang satu ini. Ada beberapa cara untuk membasmi virus kebencian terhadap hari Senin, di antaranya:

1. Optimalkan Weekend Anda.

Menikmati weekend yang menyenangkan akan membuat Anda lebih segar di hari Senin. Meski Anda cukup menikmati weekend pada Sabtu-Minggu, pastikan Anda cukup istirahat. Hindari terlalu lelah saat liburan weekend. Beri kesempatan tubuh untuk re-charge energi Anda. Selama weekend, usahakan agar Anda jangan memikirkan pekerjaan terlebih dulu. Sebaliknya, kalau saat weekend, masih Anda pergunakan untuk bekerja -dengan maksud untuk mengurangi load kerja di hari Senin- maka Anda justru membuat weekend berharga Anda menjadi mubazir, dan seperti diduga di Senin pagi, Anda akan menikmati sindrom ‘I Hate Monday’ tersebut.

2. Ciptakan Motivasi Diri.

Buat motivasi diri Anda sendiri, misalnya setelah hari Senin berakhir, Anda merencanakan hang-out bersama pacar, nomat (nonton hemat) atau clubbing bersama teman-teman kantor. Atau cari seseorang rekan kerja yang cantik -yang Anda merasa nyaman ngobrol dengannya- di kantor Anda sebagai penyemangat berangkat kerja ke kantor.

3. Bayangkan Hal-Hal Menyenangkan

Minggu malam saat menjelang tidur, hindari memikirkan setumpuk pekerjaan di hari esok. Tapi bayangkan Anda akan bertemu dengan rekan-rekan yang menyenangkan, apalagi bila ada yang – ehm – Anda taksir. Atau berkhayallah sedikit, kalau di hari Senin Anda akan mendengarkan pengumuman naik gaji. Pokoknya, bayangkan semua hal yang menyenangkan.

4. Jangan merasa terbebani dengan pekerjaan yang menunggu.

Saat Anda datang pagi hari dan melihat meja kerja Anda yang seakan penuh dengan tumpukan pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan sore itu juga, membuat Anda belum apa-apa sudah merasakan beban berat di pundak Anda. Cobalah untuk santai sedikit. Kurangi perasaan ataupun pikiran negatif, karena belum tentu pekerjaan yang menunggu tersebut bebannya lebih berat dibanding di hari lainnya. Mungkin sebenarnya sama saja, hanya Anda sudah mempunyai ekspektasi buruk mengenai hari Senin. Ini tentunya akan mempengaruhi kinerja Anda pada hari tersebut.

5. Rencanakan Pekerjaan.

Biasanya karena masih weekend-lag, Anda sampai tidak tahu apa yang harus dikerjakan duluan begitu tiba kantor pada hari Senin pagi. Hal ini bisa dihindari dengan cara merencakan kerja (to-do-list-jobs) sebelum liburan akhir pekan.
Catatlah kegiatan apa saja yang akan lakukan dalam agenda Anda. Jangan terlalu ambisisus, sebaiknya dahulukan pekerjaan yang mudah, sehingga Anda termotivasi untuk menyelesaika pekerjaan sesuai dengan rencana. Karena salah satu sebab yang membuat sindrom itu muncul adalah ’sambutan’ tugas berat di hari Senin pagi.
Cobalah untuk menghindari mengadakan rapat koordinasi dan rapat kerja di hari Senin -karena efek weekend lag otak Anda seringkali seret mengeluarkan ide-ide segar. Lebih baik Anda mengatur rapat pada hari Selasa atau Rabu.

6. Tampil Beda.

Sudah pada kodratnya manusia tercipta untuk menyukai barang-barang baru. Parfum dan sepatu kerja baru pasti bikin Anda lebih bersemangat kerja. Tidak perlu heboh, namun pikirkanlah hal-hal yang sederhana saja, misalnya memamerkan stocking atau cat kuku yang baru ke kantor. Sebenarnya tidak perlu selalu dengan barang yang baru, Anda bisa juga memadupadankan baju agar penampilan Anda lebih keren. Pilihlah warna-warna cerah yang konon mamu membuat suasan hati ikut ceria.

7. Sisakan sedikit waktu untuk emergency time.

Seberapa pun baiknya kita mengatur waktu, ada kalanya ada hal penting yang tiba-tiba muncul ataupun ada masalah yang timbul. Untuk itu, buatlah rencana ataupun aturlah waktu agar Anda bisa postpone pekerjaan Anda sesaat untuk menyelesaikan masalah yang tiba-tiba muncul. Luangkan waktu tersebut sekitar 10 sampai 15% setiap minggunya untuk hal yang satu ini dari total waktu yang Anda pakai untuk menyelesaikan pekerjaan Anda biasanya.

8. Beristirahatlah sejenak.

Bekerja sepanjang waktu dengan beban mental akan memperberat dan memperburuk kinerja Anda di hari itu. Sebaiknya gunakan waktu istirahat Anda untuk sekedar berjalan-jalan, melihat pemandangan yang menyegarkan akan meringankan pikiran Anda. Dengan menyegarkan pikiran, Anda akan lebih mudah untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

9. Buat limit atas pekerjaan yang Anda lakukan.

Meskipun Anda salah satu pekerja teladan, tetapi batasan akan pekerjaan yang Anda lakukan juga sangat penting. Buat batasan bagi Anda. Jika Anda merasa sudah overload, jangan ragu untuk memberitahukan pada atasan Anda. Jangan khawatir jika mereka tidak menerima alasan Anda, karena mereka pasti pernah merasakan apa yang Anda rasakan saat ini.

10. Tak perlu mengharap banyak pada hari tersebut.

Artinya, Anda sudah mengetahui bahwa sudah pasti pada hari Senin, akan ada banyak acara yang harus Anda ikuti, dan banyak pekerjaan yang menunggu untuk Anda kerjakan. Hapus harapan bahwa Anda bisa memulai Minggu dengan pekerjaan yang sedikit dan waktu luang yang banyak, karena kemungkinan besar Anda akan kecewa. Lebih baik Anda sudah mulai mengatur waktu mana saja yang akan Anda kerjakan terlebih dulu.
Sekarang ubah pikiran Anda dan buang jauh – jauh prinsip I Hate Monday, bahwa hari Senin juga bisa menjadi hari yang menyenangkan.


Sumber artikel: squeelink
sumber gambar: ferrianrdvs

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...