Follow us on:

BENTENG ALAMO (Sejarah Texas Amrik)

Para penikmat sejarah dunia atau penggemar film Koboi, pasti sudah tidak asing dengan nama BENTENG ALAMO. Benteng ini sedemikian legendarisnya, bukan hanya bagi sejarah perkembangan Negara Amerika Serikat, namun juga bagi analogi-analogi peristiwa tentang perjuangan, dedikasi serta keberanian.

(Suasana pertempuran habis-habisan di Alamo)

Benteng Alamo sendiri dibangun sekitar tahun tahun 1718 oleh para Misionaris Katolik. Namun karena letaknya yang strategis, Benteng ini kemudian diambil alih fungsinya oleh pihak Militer wilayah Texas. Benteng Alamo merupakan pintu gerbang ke daerah Texas, (Waktu itu Texas belum menjadi salah satu negara bagian AS). Banyak orang berusaha merebut benteng ini. Oleh karena itu, peperangan terjadi dan akhirnya Benteng Alamo tercatat di dalam sejarah Amerika sebagai benteng yang banyak memakan korban.

Suatu kisah mengharukan terjadi pada musim semi tahun 1836. Pada waktu itu 200 orang bertugas di Benteng Alamo, berusaha mempertahankan benteng dari serangan pasukan Jendral Santa Ana (Mexico). Jumlah pasukan Jenderal Santa Ana ribuan orang dan telah ditempatkan sedemikian rupa sehingga benar-benar telah mengepung posisi Benteng Alamo, siap menyerbu.

Jenderal Santa Ana sebagai pemimpin pasukan Mexico ini terkenal sebagai ahli taktik perang yang hebat. Dia memerintahkan pasukannya untuk menembakkan meriam setiap malam hari, tetapi mereka sendiri tidak boleh menyerang Benteng Alamo. Maka Dapat dibayangkan, betapa tersiksanya orang-orang yang bertugas mempertahankan benteng Alamo tersebut. Pagi sampai sore orang-orang ini harus bersiap terhadap kemungkinan serangan frontal pasukan Santa Ana. Sementara jika malam tiba, mereka berlindung di parit-parit menghindari hujaman peluru meriam yang bertubi-tubi.

Dua ratus orang yang menjaga Benteng Alamo makin hari makin ciut nyalinya. Mereka merasa tidak akan mampu melawan ribuan pasukan Santa Ana. Sementara itu pasukan bala bantuan yang diharapkan tidak kunjung datang. Sampai pada suatu kali, pemimpin dari pasukan Benteng Alamo ini berkata kepada anak buahnya: “Pasukan bantuan tidak mungkin datang. Kalau kalian mau pergi meninggalkan benteng ini, silahkan. Jangan sampai pasukan Santa Ana menyerbu ke tempat ini!!”

(Davy Crocket, Penjelajah Legendaris Amerika)

Ternyata 200 orang pasukan Alamo itu tidak pergi. Mereka memilih untuk tetap tinggal dan menyelesaikan tugas mempertahankan benteng. Mereka sadar sepenuhnya bahwa hal tersebut merupakan keputusan untuk mati. Tapi itulah yang disebut harga diri atau kehormatan. Mereka memilih untuk menjadi manusia yang setia dalam kehormatan dan harga diri sampai tetes darah penghabisan.

Pada malam ke-12, pasukan Santa Ana tidak menembakkan meriam-meriamnya. Oleh karena itu, orang-orang yang berada di Benteng Alamo bisa tertidur. Namun, pada pagi yang gelap, pasukan Santa Ana menyerbu benteng secara tiba-tiba, dan 200 orang di benteng pun dibabat habis.



(Monumen Alamo di Texas state, AS)

Kisah 200 orang yang tewas di Benteng Alamo itu masih dikenang hingga saat ini. Kisah ini begitu mengharukan dan penuh makna. Kita bisa menarik makna dari kisah ini, yakni makna tentang menjadi manusia yang berdedikasi.

Salah satunya ialah Dacy crockett, seorang penjelajah legendaris amerika yang memiliki kemampuan menjelajah sungai misissipi dan menembak, ia tewas ketika mempertahankan benteng alamo. Mayat davy beserta tiga temannya yang juga merupakan veteran perang dibakar oleh pasukan santa anna dan dikubur di bawah sebuah pohon.

Monumen Davy crockett didirikan di Texas sebagai dedikasi kepadanya juga 200 pejuang-pejuang Texas yang rela mengorbankan nyawanya di benteng alamo. Tanpa mereka mungkin texas sekarang bukan merupakan negara bagian Amerika serikat.

Artikel dan gambar dicuplik dan direvisi seperlunya

dari sumber:http://zonapencarian.blogspot.com/2010/07



Biarkan uang yang mendatangi Rekening anda!, klik banner dibawah ini: