March 18, 2011

TJOET NYA DHIEN (Mengenang Film Indonesia berkualitas-1)

Tjoet Nja' Dhien (1986)
Sutradara: Eros Djarot
Pemain: Christine Hakim, Pitrajaya Burnama, Slamet Rahardjo, Rita Zaharah
Produksi: PT Kanta Indah Film, PT Ekapraya Film


Sebuah masterpiece! Tak ada yang menyangkal Tjoet Nja' Dhien (1986) dibilang begitu. Film debut penyutradaraan Eros Djarot itu butuh waktu dua tahun buat menyelesaikannya. Pemeran utamanya, Christine Hakim jadi legenda hidup gara-gara film ini.

Berkat Tjoet Nja' Dhien, setiap aktris muda pasti menyebutnya sebagai panutan atau bintang idola. Tak ada yang menyangkal pula, sebagai Tjoet Nja' Dhien, Christine berakting sempurna. Tak cuma Christine saja yang serba bagus di film ini.

Filmnya sendiri, sebagai sebuah kesatuan karya sinema, nyaris tanpa cacat (diganjar 8 Piala Citra di FFI 1988). Tjoet Nja Dhien tak berisi uraian biografis kehidupan pahlawan dari Tanah Rencong itu. Melainkan juga berisi drama, pengkhianatan, dan kebesaran jiwa. Tak aneh rasanya kalau Tjoet Nja' Dhien merupakan puncak pencapaian dunia perfilman kita yang belum terlewati hingga kini.

Pilihan 25 film terbaik Indonesia yang paling banyak dapat suara oleh 20 pengamat dan wartawan film yakni: Yan Widjaya (wartawan film senior), Ilham Bintang (wartawan film senior), Ipik Tanojo (Bali Post), Eric Sasono (pengamat film), Arya Gunawan (pengamat film), Noorca M. Massardi (wartawan film senior), Yudhistira Massardi (Gatra), Leila S. Chudori (Tempo), Frans Sartono (Kompas), Yusuf Assidiq (Republika), Aa Sudirman (Suara Pembaruan), Taufiqurrahman (The Jakarta Post), Eri Anugerah (Media Indonesia), Sandra Kartika (wapemred tabloid Teen), Telni Rusmitantri (Cek n Ricek), Ekky Imanjaya (situs Layarperak.com), Wenang Prakasa (Movie Monthly), Orlando Jafet (Cinemags), Poernomo Gontha Ridho (Koran Tempo), dan Ekal Prasetya (Seputar Indonesia).

Sumber: Blognya saya Oq

4 comments:

Kirana said...

film ini keren banget.. oya udah difollow plus dipasang linknya. makasih.. :)

bangdex said...

buah delima buah duren....blog juragan emang keren....

yunims said...

Pernah anda mengamati ekpresi kemarahan Cut Nyak Dien (foto asli ketika beliau ditangkap dalam keadaan buta). Beliau merasa dikhianati oleh patihnya sendiri. Sedang disisi lain pembantu/patihnya hanya merasa kasihan terhadap Cut Nyak Dien yang kondisisnya semakin tua dan sakit-sakitan bahkan menjadi buta. Dia meminta "kumpeni" untuk memperlakukan Cut Nyak Dien dengan baik. Tapi pembantu Cut Nyak Dien lupa jika kebanggaan seorang prajurit adalah gugur di medan perang dan bukan mati dalam pembuangan. Esensi inilah yang kurang menonjol di tampilkan di Film diatas meskipun Christin Hakim telah bermain total.

Siluman Nogobondho said...

@Yunims: betul skali, pang laot (pembantu utama Tjut nyak) adalah satu dr sekian banyak manusia di bangsa ini yg tidak memahami arti perjuangan sesungguhnya. Namun demikian sentra film ini sesuai judulnya (Tjut Nya Dien... bukan 'pengkhianatan Pang Laot), paling tidak optimal menggambarkan ttg bagaimana jejak langkah srikandi tanah rencong tsb. Salam persahabatan... :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...