September 11, 2011

BURUNG CUCAK HIJAU ( Perawatan dan penanganan Rutin )

Meskipun nama publiknya Burung Cucak Hijau atau cucak ijo, namun burung ini bukanlah keluarga merbah atau cucak-cucakan. Burung cucak hijau sama sekali bukan satu suku dengan cucakrowo, cucak jenggot atau cucak jawa misalnya.

Cucak hijau memiliki nama ilmiah Chloropsis sonnerati. Cucak Hijau adalah burung cica-daun besar dengan seluruh badan dominan dengan warna hijau. Chloropsis sonnerati termasuk ke dalam suku Chloropseidae, berkerabat dekat dengan burung cipoh (Aegithina spp.). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Greater Green Leafbird.

Jenis-jenis cica-daun juga dikenal dengan sebutan umum burung daun, atau murai daun.
Bertubuh sedang, dengan panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 22 cm. Seperti umumnya cica-daun, seluruh tubuh didominasi warna hijau terang (hijau daun), termasuk sayap dan ekor; sementara pipi dan tenggorokan burung jantan berwarna hitam berkilau.

Jenis burung ini kadang bersikap agresif terhadap jenis lain yang berukuran lebih kecil. Saat berkicau, cica-daun besar akan menundukkan kepala. Makanannya adalah aneka serangga dan buah-buahan hutan.

Cica-daun besar menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya, Kalimantan termasuk pula Natuna, Jawa dan Bali. Tersebar luas tetapi tidak umum didapati, di hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1.000 m dpl.



Perawatan dan setelan harian burung cucak hijau

Perawatan harian untuk burung cucak hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung cucak hijau:

• Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
• Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan voer, air minum dan buah segar.
• Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
• Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
• Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
• Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung Master.
• Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
• Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
• Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Penting!!!

• Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
• Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
• Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
• Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
• Berikan buah pisang yang yang telah diolesi madu setiap hari Sabtu.

Penanganan apabila burung cuvak hijau overbirahi

• Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
• Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut
• Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
• Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja

Penanganan apabila burung cuvcak hijau kondisinya drop

• Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
• Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
• Mandi dibuat 2 hari sekali saja
• Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung cucak hijau lain dahulu
• Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

Berbagai sumber di Mbah Google

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...