Soundtrack Look a Likely
March 19, 2014
THE REASON - SERIGALA SERIGALA KLAMPIS IRENG CHRONICLES (MOVIECLIP)
Soundtrack Look a Likely
July 02, 2013
SHE IS ADORABLE Part-III ( White Rose from Rock Island )
WHO'S THAT GIRL???? I DONT KNOW..... ;)
Image Source: Jogjaicon Archive
June 16, 2013
BATU TERMANU ( Obyek Wisata Pulau Rote NTT - Indonesia )
| Batu Termanu, Pulau Rote NTT Indonesia |

February 08, 2013
BLUE BEACH IMAGES ON KUPANG ( PHOTO PACK )
| Exciting on Blue!! |
| Nelayan Tradisional dengan semangat dan keberaniannya |
| Pasir Putih dan Laut Biru |
Images Source: Kolpri Album Foto Facebook Avaraily Sampulawa 2013


August 01, 2012
MONUMEN SONBAI LANDMARK KOTA KUPANG NTT
Koleksi Foto : I LOVE KUPANG FB Page
February 04, 2012
SOBE SONBAI: Pahlawan Timor melawan Kolonial Belanda
Sobe Sonbai III adalah seorang raja Timor yang sangat berpengaruh. Ia berkedudukan sebagai Kaisar (Maharaja) Kerajaan Oenam dengan ibukota Kauniki di kecamatan Fatuleu sekarang.
Ia adalah sau-satunya raja yang sampai akhir hayatnya tidak pernah menandatangani perjanjian takluk kepada Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Oleh karena itu dengan segala cara Belanda berusaha untuk menaklukan Sobe Sonbai III. Hal ini diketahui pula oleh Sobe Sonbai III. Karena itu Sobe Sonbai III bersama seluruh rakyat dan para “Meo” (panglima perang) mulai membangun benteng-benteng pertahanan. Mereka membangun tiga benteng yaitu Benteng Ektob di desa Benu, Benteng Kabun di desa Fatukona dan Benteng Fatusiki didesa Oelnaineno.
Setiap benteng ini dijaga ketat oleh meo-meo dari setiap suku. Meo yang paling terkenal disebut “Meo Naek” atau panglima besar. Meo Naek Sobe Sonbai III bernama Toto Smaut. Perang melawan Belanda dimulai pada bulan September tahun 1905. Perang ini dimulai di desa Bipolo, kecamatan Kupang TImur sekarang. Karena perang ini dikenal dengan perang bipolo hingga sekarang. Perang ini terus berlanjut dari benteng ke benteng sehingga banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak.
Benteng terakhir yang direbut oleh pihak Belanda adalah benteng Fatusiki. Pertempuran di benteng ini berlangsung sengit karena dipimpin langsung oleh Sobe Sonbai III dan Meo Toto Smaut yang gagah perkasa. Tapi karena Pasukan Kolonial Belanda memakai senjata modern maka benteng Fatusiki dapat direbut. Sobe Sonbai III akhirnya ditangkap, lalu dibawa ke kupang dan dibuang ke Waingapu. Setelah mendengar bahwa Sobe Sonbai III ditangkap oleh belanda, maka Toto Smaut menyerah demi kesetiaan pada rajanya.
Toto Smaut dibuang ke Aceh, kemudian dibawa ke Makasar sebagai prajurit Belanda perang Bone. Karena jasanya dalam perang Bone, Toto Smaut dikembalikan ke kupang, dan diangkat menjadi Temukung besar di Fatuoni sampai akhir hidupnya. Untuk memperingati perjuangan Sobe Sonbai III, maka di Kupang didirikan sebuah patung. Patung Sobe Sonbai III ini terletak di salah satu jalan protokol di Kupang yaitu Jalan Urip Sumoharjo di Kelurahan Merdeka.
Adanya patung ini terasa tidak cukup untuk menghargai dan menghormati pengorbanan dan patriotisme perjuangan Sobe Sonbai III bersama para “Meo” dan rakyatnya yang sangat heroik. Sebab kerajaan Sonbai adalah kerajaan Tradisional yang terbesar dipulau Timor pada masa itu. Wilayah kekuasaan kerajaan Sonbai memanjang dari Miomafo di Kabupaten Timor Tengah Utara sekarang sampai Fatuleu di Kabupaten Kupang. Oleh karena itu, kerajaan Sonbai sangat diperhitungkan oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang berpusat di Batavia (Jakarta sekarang).
Sebab kerajaan ini merupakan tantangan besar untuk dapat menguasai pulau Timor. Inilah sebabnya pengorbanan dan semangat serta nilai-nilai perjuangan Sobe Sonbai III harus terus dilestarikan dalam dada setiap putra-putri Timor di Nusa Tenggara Timur. Pada umumnya, pengorbanan dan semangat juang seperti ini, kini sangat diperlukan untuk mengisi kemerdekaan yang dipertaruhkan Sobe Sonbai III hingga akhir hayatnya.
December 23, 2011
KOTA KUPANG NTT - INDONESIA 1988 (Photo Pack)
Sumber foto : Koleksi pribadi Om Abdul Kadir , Medan
October 09, 2011
KOLAM BUAYA BUAT KOTA SOE - NTT
Kalau sempat kekupang ga ada salahnya mampir kunjung ke So’e, dan di So’e disamping “wajib” menyempatkan diri mengunjungi indahnya air terjun Oehala, ga ada salahnya juga mampir ke Buat untuk menjenguk Reptil tertua sejak jaman dinosaurus ini.
Sumber Foto : Whats up Station
June 10, 2011
Beauty of ROTE ISLAND (NTT-Indonesia)
Pusaran itu terjadi karena pertemuan arus laut Samudera Hindia, Laut Timor dan Laut Sawu. Itulah arus Pukuafu, arus laut yang sudah menelan banyak korban jiwa dan harta benda. Tiga tahun silam, sebuah kapal feri dihempas Pukuafu, ratusan penumpang dan muatannya tumpah ke dasar laut.
Meskipun Pukuafu sering membuat penumpang kapal feri menahan napas, bagi mereka yang suka berpetualang, diguncang pusaran arus laut menjadi tantangan nan mengasyikan. Apalagi setelah lepas guncangan pusaran Pukuafu, mereka segera disuguhi pesona pantai Pulau Semau yang teramat elok. Pantai Semau merupakan pantai berkarang terjal di bagian utara dan selatan. Terdapat pula atol, pulau karang yang berlatar hutan bakau yang menghijau di bagian timur Rote.
Pelayaran lebih santai ketika menyusuri Pantai Baru di mana terdapat pelabuhan penyeberangan, namun kapal feri cepat tidak berlabuh di Pantai Baru. Setelah satu setengah jam berlayar menembus arus Pukuafu yang ganas, lalu menyusuri pulau-pulau indah di wilayah paling selatan Indonesia itu, kapal feri akan merapat di Dermaga Ba’a, ibukota Kabupaten Rote Ndao.
Sepanjang pantai Ba’a, hutan bakau terbentang bagaikan sabuk hijau yang memanjang, menutupi pulau bertanah kapur itu. Di bagian tertentu, sabuk hijau itu berselang-seling dengan pantai berpasir putih dan bukit-bukit kecil menyerupai pulau mini yang menjorok ke laut. Atol-atol berserakan di sana-sini.
Sementara di bagian kanan, tampak Kota Ba’a dengan kawasan pertokoan yang membelakangi laut. Nun jauh di sana tampak Batu Termanu, pantai sekaligus bukit kecil yang membentuk tanjung yang kabarnya menyimpan misteri tentang kekuatan Pulau Rote.
Dari Batu Termanu Pulau Rote terlihat sangat memesona. Di sisi kiri bukit Termanu dengan pantai berpasir coklat, ada penginapan cukup mewah. Dari sisi ini, pelancong bisa menyaksikan matahari tenggelam utuh tanpa penghalang hingga ke kaki langit barat.
Nembrala ”Pantai Kuta-nya” Pulau Rote
Pengunjung pasti akan dibuat berdecak kagum. Sepanjang pantai kini juga telah terbangun hotel dan restoran, yang kebanyakan di didatangi wisatawan mancanegara dan hanya sedikit wisatawan domestik.
Hanya sekitar dua tiga mil dari Pantai Bo’a, tampak Pulau Ndana, pulau yang semuanya berpasir tetapi hijau, tempat di mana satu peleton pasukan Marinir TNI Angkatan Laut mengawal bangsa dari arah selatan.
Selain pasir putih yang menggoda, di Pantai Bo’a juga ada atol. Di bukit inipun sudah ada orang "bule" membangun penginapan di tengah hutan dan jika tertarik, bisa menyeberang ke Pulau Ndana, di sana ada banyak rusa Timor yang dilindungi, sekaligus menjadi juga pangkalan TNI AL.
Pengunjung juga bisa melanjutkan petualangan ke Oeseli, yang jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari Bo’a. Di sepanjang jalan menuju Oeseli itu, dijumpai banyak bukit karang yang ditumbuhi pohon kerdil, sehingga tampak seperti taman bonsai, hingga akhirnya menjumpai pantai Oeseli yang memiliki sebuah gerbang besar dari bukit batu cadas.
Bukit batu cadas itu, membentuk sebuah gerbang besar untuk mengintip wilayah selatan. Di seberang selatan Oeseli tampak Pulau Ndana yang segar menghijau. Pulau Ndana, adalah pulau paling selatan Indonesia, jaraknya hanya 70 mil dari gugusan Pulau Pasir, teritori Australia.
Di Oeseli, hutan batu karang yang berjejer di sepanjang pantai, kabarnya menjadi tempat kaum muda Rote menghabiskan akhir pekan atau mengisi masa liburan.
Pemandangan indah, tak hanya di Ba’a, Batu Termanu, Nembrala, Pantai Bo’a dan Oeseli, tetapi masih banyak tempat lain, baik di pantai selatan maupun utara.
.
Sumber utama:KOMPAS.COM/FIKRIA HIDAYAT
Andai Pulau Rote Ada di Dekat Bali
Penulis: ABI | Editor: Abi
(Direvisi seperlunya oleh Jogjaicon tanpa mengurangi visi dan misi tulisan)
Sumber Share:http://travel.kompas.com/read/2009/
Sumber Gambar:Google.co.id
February 24, 2011
OENESU WATERFALL Kupang-NTT Indonesia


(Berbagai sumber artikel dan gambar dari Google)
Postingan ini didedikasikan untuk mengenang Acara Perpisahan SMP 2 Kupang tahun 1989.Dan semua mantan krew-3 C SMP 2 Kupang NTT lulusan 1989
..
February 18, 2011
Menikmati PANTAI LASIANA Kupang, NTT Indonesia

Pantai Lasiana mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 1970-an. Sejak Dinas Pariwisata NTT memoles dengan membangun berbagai fasilitas pada tahun 1986, Pantai Lasiana ramai dikunjungi turis asing. Sesuai rencana pengembangan Pemkot Kupang, Pantai Lasiana akan dijadikan Taman Budaya Flobamora, yakni sebutan yang mengacu pada keseluruhan suku bangsa di dekat Pantai Lasiana, antara lain, Flores, Sumba, Timor dan Alor.
Namun Keindahan pantai ini bukan karena fasilitas buatan, tetapi lebih karena karakter alamnya. Pantai Lasiana mempunyai topografi menarik, pada bagian barat terdapat perbukitan, sehingga keseluruhan kawasan ini mempunyai variasi unik, yaitu perpaduan antara perbukitan dan pantai.
Berbagai sumber antara lain:http://adenakmofa.blogspot.com/
February 12, 2011
Menikmati BEMO KUPANG Indonesia
Bemo Kupang sebagai barometer ”Top Hit Song” tentu saja dilengkapi dengan Sound system yang cukup lengkap dan berkualitas. Dari mulai multi speaker, power suply sampai pernak pernik interior/eksterior bemo berupa lampu-lampu layaknya sebuah Diskotik. Jaman saya masih kelas 1 SMA di Kupang sekitar 90-an, banyak Bemo menggunakan nama Diskotik tenar Jakarta untuk titelnya. Contoh: Manhattan, Stardust, Ebony dll (Mungkin Sekarang ada yang Hailai atau Mushroom ya?)

Ada hal unik lain dari Bemo ditinjau dari sisi Tarif, Bemo sepertinya ga mengenal istilah ‘terminal cost’ alias betul betul menggunakan “Tarif jauh Dekat”, contohnya kalau kita naik Bemo dan merasa betah lalu ga turun turun (istilah Kupangnya, Pesiar), maka itungan bayar ongkosnya tetap sama (Ga dihitung lebih). Saya dulu tinggal di sekitar Jalan Palapa Oebobo, untuk ke sekolah di SMA 1 Kupang sebenarnya jarak tempuh cuma sekitar 3 Km (atau ga lebih 10 Menit naik Bemo), tapi saya ga langsung turun di sekolah, melainkan ikut muter dulu ke kota sekitar 45 menit. Melewati sepanjang jalan Cak Doko, Tompello, Fontein, LLBK, Solor, Tode Kisar, Oeba, Straat-A, Merdeka sampai akhirnya balik lagi di depan SMA 1 Kupang. Dan ongkosnya sama dengan kalau kita ga muter. (Hahahaha..)
Jadi kalo ke Kupang, sempatkan diri untuk menikmati “Diskotik atau CafĂ©” berjalan yang fenomenal ini.
Lup Kupang n U… Bae sonde Bae Flobamora lebe bae, itu semua beta pung..
********
Menikmati CAGAR ALAM GUNUNG MUTIS di NTT, Indonesia

Berkunjung ke Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis sungguh menarik. Sejuta flora dan fauna hidup di dalamnya. Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen dataran tinggi. Kawasan ini juga didominasi berbagai jenis ampupu (eucalyptus urophylla) yang tumbuh secara alami dan jenis cendana (santalum album). Selain itu di sini dapat ditemui berbagai jenis pohon lainnya seperti hue (eucalyptus alba), bijaema (elacocarpus petiolata), haubesi (olea paniculata), kakau atau cemara gunung (casuarina equisetifolia), manuk molo (decaspermum fruticosum), dan oben (eugenia littorale).

Selain kaya dengan flora, kawasan wisata Mutis juga menyimpan aneka fauna khas Pulau Timor. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan rusa timor (cervus timorensis), kus-kus (phalanger orientalis), babi hutan (sus vitatus), biawak (varanus salvator), biawak timor (varanus timorensis). Di kawasan ini juga terdapat ular sanca timor (phyton timorensis), ayam hutan (gallus-gallus), punai timor (treon psittacea), betet timor (apromictus jonguilaceus), pergam timor (ducula cineracea), dan perkici dada kuning (trichoglosus haematodus).


Sumber artikel:http://www.nttprov.go.id/ntt_09/
Sumber foto mutis:http://nandalusi.multiply.com/photos/album/26/
Menikmati Kolam Alam BAUMATA Kupang-NTT


Lokasi wisata ini hanya dibuka pada Hari Jumat, Sabtu dan Minggu atau pada hari libur lainnya. Terutama pada pada hari libur obyak wisata akan dikunjungi oleh banyak pengunjung yang berdatangan dari kota KUpang maupun daerah sekitarnya. Telah tersedia tempat parkir, kamar ganti, Toilet, Warung makan.
Sumber artikel dan gambar:http://gerlanmanu.wordpress.com/2010/08/30/
January 28, 2011
KUE BAJONGKO (Si Putih Manis dari FLOBAMORA)
Satu tentang FLOBAMORA, tepatnya Kupang. Ada sebuah kuliner atau pasnya makanan khas yang membuat saya (Admin Jogjaicon.Red) ga bisa lupa. Namanya KUE BAJONGKO (Koreksi saya kalo salah penulisan ya). Sekitar empat hari setelah saya berada di kupang tahun 1986-an, saya tinggal di daerah Jalan Gunung Kelimutu (dulu dekat Hotel Laguna Inn dan Gereja Kristus Raja), Kue Bajongko adalah makanan khas NTT pertama yang saya cicipi.
Ceritanya suatu sore waktu saya membersihkan halaman belakang rumah (Anak baik, selalu membantu mama dan papa.. hahahahaha. Red) datang seorang anak kecil usia tujuh tahunan, anak itu kemudian berjongkok dan hanya berdiam diri didekat pintu pagar sambil mengamati saya menyapu halaman.
Saya bertanya, “Mau ngapain, Nyong? (panggilan untuk bocah lelaki di kupang)”
Anak itu menjawab, “Be jual kue bajongko, mau ko kaka?”
Busyet, rupanya bocah itu jualan. Tapi kalo dari aspek marketing jelas kacau, masa jualan barang ga make promosi atau penawaran. Cuma diam dan melihat-lihat calon konsumen. (Hahahahaha.Red).
Karena penasaran, saya pun membeli kue berbungkus daun pisang yang dibawanya di dalam sebuah kantong plastik hitam. Harganya Rp. 150, harga yang cukup mahal untuk kantong anak kelas 1 SMP kala itu. Jadi saya Cuma beli 2 buah. Satu saya makan dan satu lagi saya serahkan ibu saya (kayak barang bukti aja..hahaha.Red). Dan luar biasaaaa, rupanya rasa Kue ini enak sekali. Dan ga disangka ibu sayapun menyukainya, lalu menyuruh saya untuk beli lagi besok hari. Masih ingat saya, akhirnya ibu hampir tiap sore membeli kue ini minimal 10 buah. Dan si “Silent Trader” itupun dengan gayanya yang khas jadi sering visit kerumah (Menyenangkan juga, karena akhirnya dia mau bantu-bantu saya nyapu dan bakar sampah…hahahahaha.Red)
Sebagai gambaran fisik kue tersebut (selain dalam gambar di blog ini), Kue Bajongko terbuat dari tepung gandum trus dalemannya di isi dengan gula merah cair dari pohon lontar. Trus setelah itu adonan tadi dibungkus daun pisang dan di masak dengan cara di kukus.
Isi Cairan Gula Merah Pohon Lontar itulah yang mungkin menyebutkan bahwa Kue Bajongko adalah makanan khas daerah Flobamora atau NTT, soalnya setahu saya pohon Lontar banyaknya tumbuh di daerah NTT dan sekitarnya. Rasa manis dari gula merah Pohon Lontar sangat berbeda dengan gula merah jawa yang berasal dari pohon kelapa atau pohon aren. Baunya lebih wangi dan ada gurih-gurihnya.
Jadi kalo sempat ke NTT atau punya teman orang NTT jangan sampai terlewat ga mencicipi Kue Bajongko yang nikmat ini. Terbayang kelezatannya saat menggigit kue yang berkontur putih lembut kemudian cairan gula merah meleleh melengkapi kenikmatan lidah kita. Mak Nyuuuz!!!!
(Apapun kenangan tentang Kupang dan Flobamora-nya adalah catatan sejarah hidupku yang tak akan terlupakan sampai maut menjelang, Lup U All)








